Jumat, 13 Maret 2015

KEWIRAUSAHAAN SAP 5



BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Apabila membahas masalah ekonomi tak lepas dari yang namanya pemasaran atau promosi. Bagi perusahaan baik yang bergerak di bidang industri maupun jasa, promosi merupakan suatu cara untuk memperkenalkan produk yang telah dihasilkan kepada konsumen. Dan juga menjadi salah satu tonggak pengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh laba untuk pengembangan produk-produknya dan kelangsungan usahanya.
Konsumen tidak akan mengenal apalagi membeli suatu produk apabila tidak mengetahui kegunaannya, di mana produk dapat diperoleh, berapa harganya dan keunggulan yang dimilikinya. Oleh sebab itu, konsumen sebagai sasaran produk atau jasa penting untuk mendapatkan informasi yang jelas.

1.2         Rumusan Masalah
1.2.1. Apa yang dimaksud dengan produksi
1.2.2. Bagaimana cara meraih pelanggan
1.2.3. Bagaimana cara mencari Pendanaan Usaha
1.2.4. Apa yang dimaksud dengan Laporan Keuangan Usaha Perijinan
1.2.5. Bagaimana cara Menciptakan Jejaring Bisnis

1.3    Tujuan
1.3.1. Untuk mengetahui Apa yang dimaksud dengan produksi
1.3.2. Untuk Memahami Bagaimana cara meraih pelanggan
1.3.3. Untuk mengetahui Bagaimana cara mencari Pendanaan Usaha
1.3.4. Untuk mengetahui Apa yang dimaksud dengan Laporan Keuangan Usaha Perijinan
1.3.5. Untuk memahami Bagaimana cara Menciptakan Jejaring Bisnis



BAB II
PEMBAHASAN
2.1             Produksi
a.                  Pengertian produksi
Produksi adalah suatu upaya yang di gunakan dalam rangka menambah nilai pada suatu barang. Arah kegiatannya ditujukan kepada upaya - upaya pengaturan yang sifatnya menambah atau menciptakan kegunaan dari suatu barang atau jasa.
Untuk melaksanakan kegiatan produksi tersebut perlu dibuat suatu perencanaan yang menyangkut apa yang akan di produksi, berapa angaran nya dan bagaimana pengawasannya. Bahkan harus pula dipikirkan kemana hasil produksi akan didistribusikan karena pendistribusian dalam bentuk penjualan hasil produuksi pada akhirnya menunjang untuk kelanjutan proses produksi.
Pada hakikatnya, kegiatan produksi akan dapat dilaksanakan jika tesedia factor faktor produksi anatar lain dalah sebagai berikut:
1)      Man (tenaga kerja)
2)      Money (uang)
3)      Material (bahan)
4)      Method (metode)






b.                  Perancangan Produk
Dalam perancangan produk ada dua pendekatan yang digunakan yaitu sebagai berikut:
a)      Pendekatan pelanggan atau konsumen
Untuk pendekatan ini ,perancangan produk lebih diarahka pada bagaimana memenuhi selera pelanggan agar mereka terpuaskan.
b)      Pendekatan pesaing
Perancangan produk lebih diarahkan pada cara pesaing berupaya meningkatkan kepuasan pelanggan untuk memenangkan persaingan,perancangan produk lebih pada memanfaatkan kelemhan pesaing menjadi keunggulan.
Perencanaan produk mencakup design (untuk barang), manfaat, kualitas dan harg, ukuran (barang), keunggulan dari produk lain.
Adapun hal yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan skala proses produksi barang dan jasa adalah sebagai berikut:
1)      Produk apa yang akan diproduksi
2)      Kapan kegiatan proses produuksi akan dimulai
3)      Berapa besarnya dana yang diperlukan
4)      Berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan
5)      Peralatan apa yang diperlukan
6)      Berapa tingkat persediaan bahan baku yang di perlukan
      Syarat syarat dalam penetapan skala proses produksi barang dan jasa di antaranya sebagai berikut:
1)      Penetapan skala proses produksi barang dan jasa harus disesuaikan dengan tujuan usaha
2)      Penetapan skala proses produksi barang dan jasa harus sederhana dan mudah dijalankan
3)      Penetapan skala proses produksi barang dan jasa harus dapat memberikan analisis dan klasifikasi tentang kegiatan operasi proses produksi
Adapun tahap tahapan di dalam penetapan skala proses produksi barang dan jasa sebagai berikut:
a.       Routing
Menetapkan dan menentukan termasuk penyusunan alat alat yang di pergunakan.
b.      Scheduling
Menetapkan dan menentukan jadwal operasi proses produksi yang disinergikan sebagai suatu kesatuan.
c.       Dispatching
Menetapkan dan menentukan proses pemberian perintah untuk mulai melaksanakan operasi proses produksi yang direncanakan di dalam routingdan scheduling
d.      Follow upMenetapkan dan menentukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi penundaan dan mendorng terkoordinasinya seluruh perencanaan operasi proses produksi

c.                   Proses produksi
Proses produksi merupakan kegiatan pembuatan, pengubahan dan lah penciptaan untuk meningkatkan nilai guna suatu barang.sifat produksi adlah mengolah yaitu mengolah bahan baku dan bahan pembantu secara manual atau deengan peralatan sehinggmenghasikan suatu produk yang nilainya lebih dari barang semula
Proses produksi di bedakan menjadi 2 yaitu: yang pertama proses produksi terus menerus dan yang kedua proses produksi berselingan
2.2     Meraih Pelanggan

a.     Memberikan Bonus pada pelanggan

Pelanggan akan merasa senang jika diberi sebuah Bonus. siapa sih yang nggak suka bonus? Mungkin banyak wirausahawan yang memikirkan ulang soal pemberian bonus pada pelanggan. jika perhitungannya salah akan merugikan usaha itu sendiri.

b.    Memberikan Undian / Kupon Berhadiah.

Pada sebuah toko yang memberikan kupon setiap pembelian Rp xxxxxx? atau Penjual Air Galon Mineral, kumpulkan 10 kupon gratis isi ulang, setiap isi ulang dapat satu kupon. Hal ini akan mendatangkan pelanggan setia, karena pelanggan akan mengunpulkan kupon untuk mendapatkan hadiahnya.

c.       Memberikan Garansi.
Biasanya orang mencari barang atau jasa yang mempunyai garansi. Garansi juga bisa membuktikan bahwa barang atau jasa anda memiliki kualitas yang bagus. Pelanggan akan senang dan setia pada jasa dan produk yangdi berikan jika produk dan jasa tersebut bergaransi

2.3   Pendanaan Usaha
Menjadi wirausaha dan memulai bisnis sendiri adalah impian banyak orang. Sayangnya, banyak yang bingung harus mulai dari mana. Bingung juga harus bisnis apa, dan kapan sebaiknya memulai bisnis yang paling tepat.
Ribuan pertanyaaan berkelebat di benak, yang aslinya sih, bukan pertanyaan, tapi keragu-raguan. Untuk memulai jadi pebisnis tangguh :
a.      Mimpi sebagai awal .
A dream is where it all started. Bangunlah mimpimu! Ya, bangun mimpi dan pastikan saat bermimpi kamu tidak sedang tidur! Beneran. Setelah membangun mimpi, segera catat mimpi-mimpimu, sehingga jelas dan terencana. Lah, mimpi kok pake rencana? Iya, bahkan mimpipun harus dicatat dan dinyatakan, agar mudah mengukur pencapaiannya. Ingat, dari seorang pemimpilah semua hal tentang inovasi produk, cara pelayanan, jasa, dan ide bisa laku dijual dan sukses. Karena mimpi tidak ada batasnya, tidak bayar pula, mimpilah dengan berani, dan beranilah bermimpi besar. Dalam dunia mimpi, tidak ada yang tidak mungkin. Tidak ada yang tidak bisa. Semua serba mungkin, semua serba bisa!
b.      Percaya dan Yakin
Percaya dan yakin bahwa Anda mampu untuk meraih mimpi dan kesuksesan. Andrie Wongso bilang,“Sukses adalah hak saya”. Karena keyakinan dan kepercayaan ini, segala kendala dan tantangan yang ada di depan akan mudah ditaklukkan, dan kamu merasa ringan saja melakukannya.
c.       Mulailah dari hal yang Anda sukai
Temukan passion kamu. Passion itu adalah suatu hal yang jika kamu mengerjakannya, maka hasilnya lebih baik dari orang lain meski tidak dibayar. Atau, suatu pekerjaan yang kamu mampu lakukan berjam-jam, berlama-lama, saat orang lain bosan, kamu masih saja melakukannya.
Mulailah usaha dari hal-hal yang kamu sukai. Sehingga antusiasme akan terus terjaga, meski pada saat-saat sulit. Carilah passion kamu.
d.      Ketahui dan Belajarlah Dasar-dasar Bisnis
Dasar-dasar Bisnis harus dipelajari, misalnya bagaimana melakukan hal ini:
*BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY* (beli lebih murah, jual dengan harga tinggi, lakukan pembayaran di belakang, dan terimalah pembayaran di depan). Ilmu dasar berbisnis mutlak harus dipelajari. Aspek-aspek produksi, pemasaran, keuangan dan pengembangan bisnis adalah aspek utama yang harus diketahui.
e.       Jangan Takut Mengambil Resiko
Orang sukses adalah pengambil resiko. Jadi bukan resiko yang harus dihindari, tapi bagaimana membuat agar resiko itu tidak terjadi. Bukan dihindari, tapi di manajemen, diatur sedemikian rupa agar resiko is not relevan! Pepatah bijak mengatakan “The Giant that you will be able to achieve is directly proportional to the risk taken“.Resiko selalu ada di setiap bisnis, bahkan disemua tindakan kita. Semua halada resikonya. Berani mengambil resiko adalah kunci awal dalam dunia usaha. Biasanya, berlaku hukum keseimbangan: Hi-Risk=Hi-Profit. Meski tidak selalu begitu. Tapi resiko terbesar adalah menunda action, karena pasti akan tertunda pula suksesnya, dan lebih buruk lagi: Pasti gagal!
f.       Carilah Guru, Penasihat Spiritual, dan Konsultan
Ini sangat penting, bergaullah dengan orang-orang yang tepat. Jika ingin jadi pengusaha sukses, banyaklah berteman dengan pengusaha yangterlebih dahulu sukses. Angkatlah mereka jadi ’mentor’. Anda tidak harus bilang ke orang tersebut untuk minta diajari, tapi dekatilah, belajarlah padanya. Cari juga Penasehat Spiritual dan Konsultan Bisnis.
g.      Miliki Etos Kerja Pengusaha
Seorang pengusaha sukses pasti melakukan kerja lebih banyak dan lebih cerdas dari orang kebanyakan. Meski terlihat mereka tidak bekerjapun, sejatinya mereka berpikir dan bekerja terus-menerus. Bahkan, jauh lebih keras dan lebih banyak dari orang lain. Tanyalah hal ini pada mereka yang sudah sukses, pasti mereka meng-IYA-kannya. Tidak segera menyerah dengan kegagalan, ulang lagi,lakukan lagi…tak berhenti sampai berhasil. Seorang pengusaha, jika memperoleh penolakan dari calon pelanggannya, maka artinya: Belum oke, atau lain waktu pasti oke.
h.      Bangunlah Network
Bersilaturahmilah. Bangunlah jaringan, cari teman sebanyak banyaknya. Jangan sekali-kali carimusuh. Perhatikanlah, jika ada barang dan jasa yang harganya sama, kualitasnya sama, maka orang akan cenderung memilih produk atau jasa dari orang yang sudah dikenalnya. Jaringan juga akan membantu anda mengembangkan usaha, memperluas pasar, bahkan membantu anda pada saat-saat sulit.
i.        Berani Hadapi Kegagalan
Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha. Hadapilah dengan jantan! Gagal adalah sarana belajar. Habiskan jatah gagalmu saat muda, sukses pasti datang.
j.        Action Now
Mulailah sekarang juga. Karena Bisnis yang baik adalah bisnis yang dibuka, bukan ditanyakan terus.
k.      Buka Sekarang Juga
Bisnis itu disebut bisnis jika sudah dibuka, bukan diangan-angan.
l.        Bukalah Bisnis Sekarang
Bisnis yang bagus itu adalah bisnis yang sudah dijalankan, bukan cuma dihitung-hitung melulu. Bisnis yang dihitung belum tentu dibuka, tapi bisnis yang dibuka, pasti dibuat perhitungannya.
m.    Jangan Tunda, Sekarang saja
Menunda bisnis bagi saya adalah lampu merah. Makin lama ditunda, makin ragulah kita untuk memulainya. Dan makin jauhlah kemungkinan suksesnya.


2.4   Laporan Keuangan Usaha 
Masyarakat awam mungkin beranggapan laporan keuangan hanya penting bagi para akuntan atau mereka yang bergelut di dunia akuntansi. Sejatinya tidak demikian. Pemahaman atas masalah tersebut penting bagi seluruh pengguna laporan keuangan tanpa memandang latar belakang profesinya.
Entrepreuneur atau wirausaha merupakan pihak yang wajib memahami laporan keuangan. Tujuannya agar mereka dapat menilai dengan tepat profitabilitas dan prospek bisnisnya. Ketepatan penilaian bisnis menentukan kelangsungan usaha.

Hati-hati Menghitung Laba Usaha
Salah satu kegagalan wirausaha khususnya sektor informal di Indonesia adalah salah dalam menghitung laba. Ketika terjadi peningkatan kas, mereka menganggap bisnisnya telah menciptakan laba. Tanpa perencanaan yang matang kemudian menghamburkan kas yang dianggap laba tadi.
Akibatnya, perusahaan bisa mendadak mengalami krisis ketika mesin atau peralatan operasional lainnya rusak. Sebab perusahaan tidak bisa melakukan perbaikan menyusul kekurangan kas (uang tunai). Karena itu, menghitung laba dengan tepat sangatlah penting. Salah dalam menghitung laba dapat menyebabkan salah dalam perencanaan, bahkan kebangkrutan usaha.
Ada juga yang beranggapan bahwa laba adalah kondisi setelah titik impas (break even).  Anggapan ini juga tidaklah tepat. Suatu usaha dapat dikatakan menghasilkan laba kendati belum mengalami titik impas.

Informasi laba/rugi disajikan dalam laporan keuangan yang disebut Laporan Laba/rugi. Nama lainnya adalah  Laporan Hasil Usaha, atau Laporan Kinerja atau Laporan Aktivitas. Laporan laba/rugi menyajikan informasi  laba atau rugi dalam satu interval waktu atau periode tertentu. 
Biasanya satu periode adalah satu tahun. Tetapi banyak juga yang menyajikan laporan keuangan per semester, kwartal, atau bahkan bulan. Informasi dalam laporan laba/rugi menyajikan nilai  penghasilan (pendapatan) dan biaya (beban) selama satu periode. Laba atau rugi merupakan selisih antara pendapatan dalam satu periode, dan beban dalam periode yang sama dengan pendapatan. Definisi ini kelihatannya sederhana, tetapi dalam prakteknya tidaklah demikian. 
Penentuan nilai pendapatan dan beban dalam skala tertentu seringkali sangat kompleks. Kesalahan dalam mengukur pendapatan atau beban menyebabkan kesalahan dalam mengukur laba. Banyak juga wirausaha yang berpandangan keliru bahwa beban merupakan pengeluaran kas, dan sebaliknya setiap pengeluaran kas adalah beban. 
Misalkan suatu bisnis memerlukan mesin untuk operasi dengan harga Rp 300 juta dan dapat digunakan selama 3 tahun. Pada saat mesin dibeli, pengeluaran Rp 300 juta merupakan aset atau harta bukan beban. Namun nilai mesin tersebut akan semakin menyusut karena pemakaian atau usang secara alami. Akuntansi memandang penurunan nilai mesin tersebut sebagai beban dalam periode yang dimaksud, yang disebut beban penyusutan atau beban impairment (usang). Dengan demikian aset dan beban harus dibedakan.
Penghitungan penurunan nilai mesin dan aset lainnya dalam satu periode menimbulkan persoalan tersendiri. Akuntansi mengijinkan penaksiran penurunan nilai dengan menggunakan metode tertentu, sepanjang diterapkan secara konsisten. Misalkan mesin tersebut digunakan secara merata sepanjang 3 tahun, maka nilainya juga merata Rp 100 juta per tahun.
Bila kapasitas mesin ditentukan berdasarkan jam kerja, perhitungan beban penyusutan berdasarkan jam kerja adalah yang lebih baik. Pengukuran beban untuk menyajikan laba yang sesungguhnya harus dilakukan secara hati-hati.
Permasalahan lain dalam penyajian laporan keuangan adalah apakah pendapatan dan beban yang disajikan dalam laporan laba /rugi sudah mencerminkan seluruh pendapatan dan beban yang sebenarnya terjadi dalam periode yang dimaksud. Banyak wirausahaan yang masih lupa memasukan banyak komponen pendapatan dan beban dalam menghitung laba. Keteledoran ini menyebabkan kesalahan perhitungan laba. Kerusakan persediaan merupakan beban yang  harus dimasukan dalam perhitungan laba. Ketika suatu mesin yang masih memiliki nilai ekonomi dijual maka keuntungan penjualannya juga harus disajikan sebagai bagian dari komponen pendapatan. Oleh karena itu diperlukan pembukuan yang baik untuk menyajikan laporan laba/rugi yang berkualitas.

Pentingnya Neraca
Selain laporan laba/rugi, laporan neraca juga penting bagi kelangsungan suatu bisnis. Laporan neraca menyajikan informasi mengenai seluruh aset, utang dan modal bersih perusahaan. Bisnis harus mendapat informasi mengenai aset, utang dan modalnya guna melakukan evaluasi dan perencanaan jangka panjang.
Prinsip penyajian laporan keuangan mensyaratkan penyajian aset, utang, dan modal berdasarkan substansi ekonominya. Akuntansi mendefinisikan aset sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi. Mesin yang sudah habis masa pakainya dan tidak lagi memiliki nilai ekonomi secara akuntansi tidak lagi disebut sebagai aset.
Dapat dibayangkan betapa rancunya neraca jika menyajikan nilai aset yang tinggi tetapi hanya sekedar nama. Mesin yang telah habis masa pakainya tetapi masih memiliki nilai jual, tetap disajikan sebagai aset dalam neraca tidak lagi sebagai mesin. Tapi melainkan aset lainnya yang hendak dijual. Dengan demikian wirausahaan harus hati-hati dalam menyajikan aset dalam neraca.

Bahaya Utang
Prinsip penyajian laporan keuangan yang benar juga berlaku untuk utang. Informasi utang yang baik dapat membantu perusahaan dalam mengelola utang. Perusahaan harus memprioritaskan utang-utang yang harus segera dibayar. Jika tidak, perusahaan mungkin akan mengalami reputasi buruk atau bahkan tuntutan hukum.
Modal juga harus menggambarkan perkembangan usaha yang sebenarnya agar perencanaan yang matang dapat dilakukan. Neraca yang disajikan dengan baik merupakan alat penilaian bisnis yang baik.

Tugas para akuntan adalah mengkaji dan melakukan studi-studi atas regulasi penyajian laporan keuangan guna meningkatkan kualitas laporan keuangan. Wirausaha, sebaliknya, yang ingin sukses harus peduli terhadap  laporan keuangan. Mereka juga harus memahami akuntansi meskipun tidak serinci akuntan. Jika para akuntan memahami akuntansi sebagai penyaji laporan keuangan, setidaknya wirausaha memahami apa yang tersaji dalam laporan keuangan.

2.5   Perijinan
Memulai suatu usaha atau mendirikan bisnis baru memerlukan berbagai macam persiapan. Berbagai macam faktor perlu dipertimbangkan misalnya saja seberapa besar modal yang dimiliki, bagaimana tingkat keseriusan usaha dalam artian usaha tersebut merupakan bisnis utama atau bisnis sampingan belaka.. Hal-hal tersebut tersebut diupayakan dengan tujuan usaha yang sudah dirintis dapat dipertahankan keberadaan dan kelangsungannya bahkan ditingkatkan lagi.
Selain faktor kesiapan diawal usaha didirikan dan aliran penghasilan yang diperoleh yang tergantung pada minat konsumen terhadap komoditas atau jasa yang dijual, keberlangsungan suatu usaha dipengaruhi juga oleh keberadaan unsur legalitas dari usaha tersebut. Dalam suatu usaha faktor legalitas ini berwujud pada kepemilikan izin usaha yang dimiliki.
Dengan memiliki izin usaha maka kegiatan usaha yang dijalankan tidak disibukkan dengan isu-isu penertiban atau pembongkaran. Manfaat yang diperoleh dari kepemilikan izin usaha tersebut adalah sebagai sarana perlindungan hukum.
Berbicara mengenai fakta di lapangan, tidak sedikit kios-kios pedagang ditertibkan atau terkena tindakan pembongkaran lantaran tidak memiliki izin usaha. Kejadian tersebut kerap sekali menimpa para pedagang kecil di mana pun mereka berada. Namun, penertiban hanya akan diberlakukan lantaran tidak ada unsur legalitas dalam usaha yang didirikan. Untuk itu, keberadaan izin usaha dalam melengkapi kegiatan perdagangan yang dilakukan sangat memiliki arti penting. Keuntunga serta manfaat penting yang dapat kita peroleh dengan memiliki izin usaha atas bisnis yang kita rintis,yaitu :
1.      Sarana perlindungan hukum
Seperti yang telah disinggung diatas, kerap kali telivisi menayangkan berita tentang pembongkaran terhadap pedagang-pedagang kecil. Tindakan-tindakan tersebut dilatarbelakangi oleh ketidakpatuhan para pedagang terhadap aturan­-aturan hukum yang berlaku. Salah satunya adalah kepemilikan izin usaha. Terbatasnya tingkat pendidikan yang dimiliki oleh para pedagang serta ketidaktahuan para pedagang akan aturan-aturan tersebut menjadi faktor penyebab mereka kerap kali menyepelekan sisi legalitas dari suatu usaha yang dijalaninya.
Rumitnya pengurusan izin usaha kerap kali menjadi momok bagi para pedagang membatalkan niat mereka melegalkan usaha­nya. Dengan demikian ketidakpatuhan tidak selalu berawal dari pedagang. Namun, seringkali dari sistem birokrasinya. Selain itu, faktor permainan oknum-oknum pada instansi terkail juga menjadi rahasia umum dan mengakibatkan keengganan pelaku usaha mengurus izin usaha.
Dengan kepemilikan izin usaha, seorang pengusaha telah sedini mungkin menjauhkan kegiatan usahanya dari tindakan pembongkaran dan penertiban. Hal tersebut berefek memberikan rasa aman dan nyaman akan keberlangsungan usahanya. Legalisasi merupakan sarana yang pemerintah sediakan agar kenyamaan dalam melakukan kegiatan usaha dirasakan oleh para pelakunya.
2.      Sarana promosi
Kegiatan promosi merupakan salah satu metode yang kerap kali dilakukan untuk mendongkrak omzet penjualan serta sebagai ajang pengenalan bagi usaha yang baru dibuka. Dalam promosi tersebut, tidak lupa pengusaha mempromosikan komoditas yang disediakan. Tidak ketinggalan ia memberikan semacam kelebihan dari service yang diberikan kepada calon konsumen. Misalnya dengan diadakannya potongan harga, delivery order, atau bentuk pelayanan lainnya.
Dengan mengurus dokumen-dokumen hukum tentang kegiatan usaha, secara tidak langsung pengusaha telah melakukan serangkaian promosi. Ini disebabkan karena pencatatan izin usaha dilakukan beberapa tahapan lokasi, pertama melalui kantor kelurahan atau kantor kecamatan. Dengan sendiri komunikasi terbizin usaha sebagai perlindungan  hukumangun antara pengusaha dan pertugas tersebut, hal tersebut tentunya menjadi ajang promosi secara individu. Setelah izin usaha dan dokumen-dokumen lainya telah selesai, promosi secara inventaris dan administratif mulai dapat dilakukan. Sebagai usaha yang telah terdaftar dalam lembaga pemerintahan yang menaungi jenis usaha maka setiap orang dapat mengakses data-data tersebut.
3.      Bukti kepatuhan terhadap aturan hukum
Dengan memiliki unsur legalitas tersebut menandakan bahwa pengusaha telah mematuhi aturan-aturan hukum yang berlaku. Dengan mematuhi hukum yang berlaku, secara tidak langsung ia telah menegakkan budaya disiplin pada diri. Kepatuhan pengusaha tersebut merupakan bentuk paling terkecil dari tindakan yang dapat dilakukan terhadap negara dan pemerintahan.
4.      Mempermudah mendapatkan suatu proyek
Seorang pengusaha tentunya menginginkan kegiatan usaha yang dijalani mengalami kemajuan. Ada beberapa jenis usaha seperti misalnya usaha bidang produksi atau developer perumahan tidak terlepas dari proses pemenangan tender suatu proyek, baik dari perusahaan swasta maupun pemerintah. Dalam suatu tender, mensyaratkan bahwa para peminat harus memiliki dokumen-dokumen hukum.Tentunya unsur-unsur legalitas yang terkait dengan kepemilikan suatu badan usaha guna mengikuti pelelangan suatu sarana perlindungan hukumtender. Kepemilikan dokumen legal tersebut menduduki posisi pertama. Dengan demikian izin usaha memiliki arti penting bagi suatu usaha. Pada intinya izin usaha dapat dijadikan sebagai sarana untuk pengembangan usaha.
5.      Mempermudah pengembangan usaha
Apabila suatu usaha /bisnis yang dirintis telah mencapai perkembangan yang signifikan, aliran modal dan keuntungan telah mengalir. Konsumen semakin bertambah dan mulai berkembang menjadi langganan yang fanatik. Kondisi demikian dapat dikatakan bahwa usaha tersebut memiliki prospek yang bagus di masa depan. Kondisi seperti itu tampaknya sangat tepat untuk ditindaklanjuti dengan suatu ekspansi kekuatan pendukung. Misalnya, membuka cabang-cabang usaha di beberapa daerah. Dengan kondisi seperti itu, tentunya memerlukan ketersedian dana segar un­tuk merealisasikan keinginan tersebut. Solusinya, meminjam sejum­lah dana kepada bank. Namun, tanpa kelengkapan surat izin usaha dan dokumen penting lain, tampaknya modal akan sulit didapatkan dari lembaga keuangan/bank.


2.6   Menciptakan Jejaring Bisnis
Memiliki jaringan bisnis yang cukup luas tentunya akan memudahkan Anda dalam menjalankan usaha. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari jaringan bisnis yang kita miliki. Mulai dari peluang kerjasama dibidang permodalan, memudahkan Anda dalam pemasaran bisnis, serta tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa kendala yang selama ini Anda hadapi dalam menjalankan usaha dapat terselesaikan dengan bantuan jaringan bisnis yang Anda bangun dengan baik.
Untuk membantu Anda yang sedang bingung mencari peluang baru untuk memperluas jaringan bisnis, yaitu :
1.      Mulailah dengan memperbanyak kenalan. Banyak pengusaha yang berhasil membangun jaringan bisnis cukup kuat, berawal dari sebuah perkenalan yang berujuang menjadi rekan bisnis yang solid. Maka dari itu jangan sungkan untuk menambah kenalan sebanyak mungkin dan membuka jaringan baru untuk mengembangkan bisnis yang sedang kita kembangkan.
2.      Jangan pernah lupakan kartu nama kita. Keberadaan kartu nama menjadi senjata utama kita dalam memperluas jaringan bisnis. Ketika kita bertemu dengan rekan bisnis yang baru, jangan pernah lupa memberikan kartu nama kita kepada mereka. Meskipun ini termasik tidakan kecil, namun dampak yang diperoleh sangatlah besar. Karena kartu nama menjadi salah satu identitas yang akan memudahkan orang-orang untuk dapat menghubungi Anda.
3.      cobalah untuk bergabung dengan forum atau komunitas pengusaha yang ada di kota Anda.Cara ini cukup efektif untuk membantu Anda membangun jaringan bisnis baru, karena forum tersebut akan memberikan peluang bagi Anda untuk mengenal banyak pengusaha yang memiliki beragam jenis usaha. Dan siapa tahu salah satu dari mereka bisa menjadi partner (rekan) bisnis yang cukup potensial bagi usaha Anda.
4.      Lakukan beberapa kegiatan untuk mengenalkan bisnis Anda ke masyarakat luas.
Misalnya saja dengan mengikuti berbagai kegiatan pameran, mempromosikannya melalui media massa, atau sesekali adakan pelatihan bisnis maupun seminar yang dibutuhkan masyarakat umum maupun pelaku bisnis lainnya. Sehingga keberadaan bisnis Anda semakin dikenal banyak orang, dan peluang Anda untuk mendapatkan jaringan bisnis baru semakin terbuka lebar.
5.      Mwmbangun hubungan baik dengan semua relasi.jaringan bisnis yang kuat akan terwujud dari hubungan baik yang kita bangun. Oleh sebab itu, maka jaga hubungan kita dengan semua rekan kita. Dan pastikan bahwa kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan, agar hubungan yang terbangun semakin solid untuk menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan.




















BAB III
PENUTUP

Berdasarkan uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa setiap perusahaan harus menentukan strategi pemasaran yang efektif untuk perusahaannya.Agar dapat menguasai pangsa pasar untuk keberlangsungan usahanya. Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan stretegi tertentu yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar.
Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka dapat dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah persaingannya.


DAFTAR PUSTAKA

Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran.Jakarta:Universitas gunadarma,1993

Tidak ada komentar:

Posting Komentar