Jumat, 13 Maret 2015

KEWIRAUSAHAAN SAP 1



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seringkali dari kebanyakan usaha bisnis jatuh dalam kurun lima tahun. Penyebab utama dari kegagalan bisnis tersebut adalah karena sistem keuangan yang kurang baik dan sistem manajemen yang buruk. Dalam ekonomi global, organisasi meninjau bahwa kepemimpinan eksekutif sebagai sebuah faktor kunci dalam menjaga sisi kompetitifnya. SDM yang profesional merupakan implikasi dari pengidentifikasian keahlian dan karakter.
Kapasitas untuk menemukan inovasi, memperkuat kerjasama jaringan dengan konsumen dan memproduksi generasi baru dari produk dan pelayanan pada sebuah langkah yang cepat akan menjadi penentu utama dari kesuksesan. Jenis lingkungan kompetitif ini memberikan banyak kesempatan bagi para eksekutif wirausaha di perusahaan kecil yang sedang berkembang.
Menurut psikolog dan konsultan manajemen Harry Levinson, pengusaha bekerja dengan intensitas pemikiran tunggal karena secara psikologis dipaksa untuk melakukannya.
Peneliti lain berpendapat bahwa dengan tanpa menghiraukan jenis kelamin, perusahaan seringkali menemui gangguan psikis yang serius. Penulis George Gilder menyatakan, ”Sungguh sulit menjadi pengusaha. Anda harus berkomitmen pada diri sendiri secara obsesif pada suatu proyek yang mungkin akan gagal dan Anda harus siap menanggung gratifikasi dan mengerjakan semua hal yang orang lain tidak ingin melakukan. Hal ini mungkin membuat beberapa pengusaha sulit untuk memperjuangkannya.


1.2 Rumusan Masalah
1.    Apa saja indeks-indeks dari kewirausahaan?
2.    Apa saja analisis yang termasuk dalam industri/karir/pekerjaan wirausaha?
3.    Apa saja analisis dari SWOT diri sendiri?
1.3 Tujuan
1.    Mengetahui indeks-indeks dari kewirausahaan
2.    Mengetahui analisis apa saja yang terkandung dalam industri/karir/pekerjaan wirausaha
3.    Mengetahui apa saja yang terkandung dalam analisis SWOT

BAB II
PEMBAHASAN
  1. Indeks kewirausahaan
Indeks perilaku kewirausahaan terdiri atas 8 komponen. Kedelaan komponen ini merupakan komponen yang valid yang dipilih dari 15 komponen. Nilai validitas diperoleh dari rata-rata skor yang dimiliki masing-masing komponen dari hasil penilaian 35 orang ahli yang berasal dari kalangan penyuluh dan perguruan tinggi. Kedelapan komponen tersebut adalah tingkat kewirausahaan, kepercayaan diri, orientasi terhadap resiko, motivasi untuk maju (achievement motivation), perilaku mencari informasi, orientasi keilmiahan (scientific orientation), pengetahuan terhadap aktifitas peternakan sapi perah, dan kemampuan membuat keputusan.
    II.            ANALISIS PEKERJAAN WIRAUSAHA
Terdapat 9 analisis pekerjaan kewirausahaan
1.      Peluang usaha baru/ proses seseorang melakukan kerja usaha
Peluang usaha adalah suatu kejadian dimana seseorang atau sekelompok mendapatkan suatu kesempatan untuk menjalankan suatu usaha. Sebuah peluang usaha itu , esensinya adalah asas manfaat. Semua kondisi yang di tawarkan kepada anda , adalah penawaran terhadap sebuah aktifitas bisnis yang pantas untuk anda geluti dan tentu saja bisa memberikan keuntungan yang luar biasa kepada anda.
Jika peluang usaha yang dimaksud benar-benar dimanfaatkan dan dikemas sedemikian rupa sehingga bisa memberikan manfaat yang diharapkan.
2.      Pembiayaan
Menurut M. Syafi’i Antonio menjelaskan bahwa pembiayaan merupakan salah satu tugas pokok bank yaitu pemberian fasilitas dana untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan defisit unit. Sedangkan menurut UU No.10 tahun 1998 tentang Perbankan menyatakan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang setelah jangka waktu tertentu.
Pembiayaan sendiri merupakan hal yang paling vital dalam pembuatan usaha baru . yang paling utama dalam pembiayaan biasanya mengguanakan modal kecil tapi menghasilkan keuntungan yang besar. Modal ventura adalah salah satu contoh  modal  yang ada.
3.      Pemasaran
Pemasaran adalah suatu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh wirausahawan dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan , di mana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar.
4.      Kepemilikan
Kepemilikan memiliki arti sebagai kekuasaan yang didukung secara sosial untuk memegang kontrol terhadap sesuatu yang dimiliki secara eksklusif dan menggunakannya untuk tujuan pribadi. Definisi ini lebih mirip dengan definisi kekayaan , baik pribadi atau publik.
5.      SDM (Sumber Daya Manusia)
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai mahluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi. Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi.
6.         Organisasi
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial , organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut sebagai studi organisasi, perilaku organisasi atau analisis organisasi. Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda
7.      Kepemimpinan
Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu sosial, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia. Ada banyak pengertian yang banyak dikemukakan oleh para pakar. Menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan
8.      Evaluasi Usaha
Evaluasi usaha adalah suatu aktifitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis. Evaluasi usaha prinsip dasar utamanya adalah membandingkan rencana usaha yang telah dibuat sebelum kegiatan dimulai dengan apa yang telah dicapai pada akhir masa produksi.
9.      Pengembangan Usaha
Pengembangan usaha adalah tugas dan proses persiapan analitis tentang peluang pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluanhg pertumbuhan usaha, tetapi tidak termasuk keputusan tentang strategi dan implementsi dari peluang pertumbuhan usaha.

 III.            Analisis SWOT diri sendiri
Analisis swot merupakan salah satu analisis faktor internal dan eksternal pada saat ini secara deskriftif  agar dapat menghadapi semua tantangan dan hambatan di masa yang akan dating serta bisa mempersiapkan diri untuk menyesuaikan perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi pencapaian harapan dan keinginan yang kita inginkan. 
Penilaian terhadap diri sendiri.
1.      Melankolis
seseorang yang berorientasi pada kesempurnaan dan keteraturan. Ciri-ciri orang dengan kecerdasan kepribadian Melankolis ini antara lain adalah sikapnya yang serius dan cenderung tertutup. Orang ini juga suka memperhatikan atau menanyakan hal-hal yang detil. Secara penampilan, orang ini biasanya memakau baju dengan model yang konservatif misalnya kemeja dan dasi dengan pola yang teratur, misalnya kotak-kotak atau garis-garis teratur, dan sebagainya.
2.      Introvert
Introvert adalah sebuah sifat dan karakter yang cenderung menyendiri. Pribadi yang tertutup dan mengesampingkan kehidupan sosial yang terlalu acak. Introvert lebih membutuhkan sebuah teh hangat dan berkumpul bersama beberapa teman dekat saja daripada pergi ke tempat yang penuh dengan orang asing. Introvert membenci basa-basi, oleh sebab itu mereka senang dengan perbincangan yang padat dan bersifat informatif.
3.      Mandiri
Mandiri adalah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan kepada orang lain. Seorang yang menjalankan wirausaha harus mampu hidup mandiri tidak bergantung dengan orang lain, mampu memberikan keputusan terhadap suatu masalah dalam usahanya.

Analisa SWOT
1)      STRENGHT
Dari ketiga penjabaran diatas masing-masing point memiliki kekuatan/kelebihan tersendiri. Hasil analilis saya tentang point-point diatas adalah saya memiliki kekuatan sebagai seorang yang melankolis. Kelebihan dari seorang melankolis sendiri adalah antara lain sebagai berikut :
·         Memiliki tujuan yang serius, serta selalu sesuai dengan jadwal.
·         Artistik dan kreatif, puitis dan menyukai filsafat. Bersedia untuk mengorbankan diri dan idealis.
·         Perfeksionis sehingga memiliki standar yang tinggi.
·         Tekun, hemat, serba tertib, senang melakukan perincian dan senang keteraturan.
·         Selalu dapat melihat masalah dan dapat mencari solusi pemecahan secara kreatif.
·         Senang menyelesaikan apa yang dimulainya.
·         Berhati-hati dengan teman.
·         Puas hanya dengan dibelakang layar, malah cenderung menghindari perhatian.
·         Pendengar yang baik, setia, dan memiliki pengabdian.
·         Sangat perhatian kepada orang lain.

Selain melankolis, point lain yang dapat menjadi kekuatan/kelebihan yang saya miliki adalah Introvert. Poin ini sendiri memiliki kelebihan diantaranya Seorang Introvert lebih fokus kepada hal yang bersifat psikis daripada fisik. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, mereka membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus dengan segala hal yang berbau informasi. Majalah American Journal of Psychiatry menyatakan bahwa, ada lebih banyak darah yang mengalir di daerah Anterior pada otak bagian depan seorang Introvert. Bagian ini berfungsi sebagai pengolah inti, seperti merencakan sesuatu dan pemecahan masalah. Itulah sebabnya mengapa mereka memiliki kekuatan konsentrasi yang baik, mereka cepat menangkap dan berintelegensi tinggi. Introvert adalah pemikir yang dalam. Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun, berbeda dengan seorang Ekstrovert yang cenderung berpikir secara momentum saja. Selain itu mereka pandai dalam memilah sesuatu, baik itu hal kecil maupun besar, hal yang berguna maupun tidak.
Hal terakhir yang saya anggap bisa menjadi sebuah kelebihan/kekuatan yang saya miliki adalah mandiri. Dengan hal ini saya dapat mengelola waktu dengan baik, mampu bekerja sendiri, tidak tergantung pada keputusan orang lain, dan memiliki prinsip yang kuat dan tegas, serta dewasa.

2)      WEAKNESS
Kelemahan yang akan muncul dari kepribadian saya ini adalah diantaranya sifat Melankolis. Hal-hal yang akan timbul dari sifat ini diantaranya adalah :
·         Selalu melihat masalah dari sisi negatif, sehingga cenderung menjadi pemurung dan tertekan.
·         Mengingat hal-hal negatif dan menjadikannya sebuah dendam.
·         Rendah diri dan mudah merasa bersalah.
·         Lebih menekankan prosesnya dari pada hasil akhirnya.
·         Selalu melewatkan banyak waktu untuk menganalisis dan merencanakan.
·         Memiliki standar yang terlalu tinggi, sehingga banyak yang tidak sempurna dimatanya.
·         Susah untuk bersosialisasi karena terlalu banyak memilih.
·         Suka mengkritik, tetapi tidak suka dikritik.
·         Susah untuk mengungkapkan perasaan yang sebenarnya sehingga sering menahan kasih sayang.
·         Memiliki kecurigaan yang besar.
Hal lain yang akan menjadi kelemahan saya adalah kepribadian yang cenderung Introvert. Dalam hal ini seorang Introvert cenderung menyendiri. Pribadi yang tertutup dan mengesampingkan kehidupan sosial yang terlalu acak. Karena cenderung tertutup, seorang introvert dinilai sebagai seorang sulit untuk bergaul dengan orang lainnya.

3)      OPPORTUNITIES
Kesempatan/peluang besar yang akan saya dapatkan dari semua aspek kepribadian yang saya miliki diantaranya adalah dapat menciptakan berbagai hal baru yang menarik dikarenakan saya selalu berpikir secara dalam untuk menciptakan hal baru tersebut. Selain itu, dengan sikap mandiri yang ada saya tidak akan tergantung dengan keputusan orang lain sehingga mampu mengerjakan sesuatu tanpa mengharapkan belas kasihan orang lain. Ketika saya mampu menciptakan suatu hal baru dengan diiringi kemandirian yang ada, saya akan mampu menjadi seorang yang akan diandalkan oleh orang-orang lainnya.

4)      THREAT
Ancaman yang dapat terjadi dengan kepribadian semacam ini adalah suasana hati yang cenderung bersifat dinamis/berubah-ubah sesuai dengan keadaan disekitar dan akan lebih mudah/rentan sakit hati oleh pernyataan/sikap yang ditunjukkan orang lain kepadanya. Ketika saya mulai tersinggung/sakit hati maka suasana hati menjadi tidak baik maka saya akan sangat sulit mengeluarkan apa kelebihan yang saya miliki dan memungkinkan adanya penurunan kinerja yang signifikan.







BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan.Untuk membawa sebuah usaha pada kesuksesan, seorang wirausaha harus memiliki beberapa syarat sebagaimana yang telah tercantum dalam landasan teori.Wirausaha berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung sesuai dengan besarnya usaha yang dijalankan.Setiap usaha memiliki rintangannya sendiri dan cara penyelesaian yang berbeda. Seorang wirausaha  harus memiliki jiwa wirausaha yang kuat sehingga perencanaan hingga pelaksanaan usaha dapat terlaksana dengan baik dan usaha dapat berkembang.Menyeimbangkan antara dunia dan akhirat sehingga terhindar dari hal-hal kotor seperti korupsi.Berwirausaha tidak harus dengan modal keuangan yang besar.Modal yang dibutuhkan adalah semangat, ketekunan, dan keikhlasan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar