Kamis, 22 Januari 2015

Analisis Biaya Modal



I.       Biaya modal Individual
1.1.Biaya Modal yang berasal dari hutang jangka pendek
Hutang jangka pendek terdiri dari hutang dagang, hutang wesel dan kredit jangka pendek dari bank.
a.       Biaya hutang dagang adalah eksplisit. Bila perusahaan kehilangan kesempatan mendapatkan cash discount selama setahun maka biaya eksplisitnya dapat di hitung dengan membandingkan cash discount yang hilang dengan jumlah rata - rata hutang dagang selama setahun.
Contoh :
Cash discount yang hilang selama setahun sebesar Rp 500.000 dan hutang dagang rata - rata sebesar Rp 5.000.000 maka biaya hutang dagang yang eksplisit sebelum  pajakadalah.
5.000.0000 : 50.000.000 = 10%.
Biaya ini adalah "tax deductible expense" karena bunga modal diperhitungkan sebelum terkena beban pajak, sehingga dengan adanya bunga maka keuntungan yang terkena pajak menjadi lebih kecil.
Biaya penggunaan hutang setelah pajak (after-tax cost of debt) dapat dihitung dengan cara : Biaya hutang setelah pajak = biaya hutang sebelum pajak x (1-tingkatpajak).
Misalkan
Tingkat pajak penghasilan 40% maka biaya hutang setelah pajak adalah
Biaya hutang setelah pajak
= 10 % x ( 1-0,4)
= 0,1 x 0,6
= 0,6 (6%)
perusahaan yang dikelola dengan baik, umumnya membayar hutang dagang dalam periode discount sehingga tidak memiliki beban eksplisit.


b.      Hutang wesel
Hutang wesel mempunyai bunga yang tetap yang dihitung dari harga nominalnya. Bunga yang dibayar harus dihubungkan dengan jumlah uang yang diterima atau tersedia secara efektif untuk digunakan.
c.       Kredit jangka pendek
Biasanya Bank langsung memotong bunga hutang di muka dari jumlah uang yang diberikan sehingga penerima kredit menerima jumlah uang yang lebih kecil dari hutang nominal
Contoh Misalnya hutang wesel sebesar Rp 1.000.000 dengan bunga 15% per tahun dengan umur satu tahun. Kita hanya menerima uang sebesar Rp 850.000 (Rp 1.000.000-150.000), sehingga tingkat bunga yang sebenarnya sebelum pajak adalah :
150.000 : 850.000 = 17.65%
Bila tingkat pajak sebesar 40 % maka biaya setelah pajak adalah
17,65% x (1-0,4) = 10,50%
ini juga diterapkan dalam menghitung biaya penggunaan hutang dari kredit jangka pendek yang diberikan oleh bank.
Contoh :
Misalnya bank memberikan kredit jangka pendek sebesar Rp 1.000.000 dengan bunga 2% per bulan selama 8 bulan dengan syarat bahwa jaminan aktiva di asuransikan selama umur kredit misalnya premi asuransi sebesar Rp 50.000. Jumlah uang yang dibayarkan bank sebesar Rp 1.000.000–bunga selama 8 bulan
+ premi asuransi yaitu :
Rp 1.000.000-( 160.000-50.000) = Rp 790.000
Beban selama 8 bulan yang sesungguhnya ditanggung adalah Rp 210.000 ( yaitu Rp 160.000+Rp 50.000), sehingga biaya penggunaan hutang sebelum pajak
( before-tax cost of debt ) selama 8 bulan adalah
210.000/790.000 x 100% = 26,582 %
Biaya kredit sebelum pajak per bulan = % Misalnya pajak 50% maka biaya setelah pajak adalah : 3,323% (1-0,5)= 1,6615% b. Biaya modal hutang jangka panjang.
1.2.Biaya modal yang berasal dari hutang jangka panjang
            Umumnya bentuk hutang jangka panjang perusahaan adalah obligasi, perhitungan biaya obligasi harus memperhitungkan jumlah dana bersih yang diterima dengan pengeluaran kas karena penggunaan dana tersebut. Dalam menghitung biaya hutang jangka panjang dalam bentuk obligasi dapat digunakan cara seperti perhitungan tingkat pendapatan investasi dalam obligasi dengan rumus "shortcut"atau dengan menggunakan
tabel present value.
a.       Dengan menggunakan rumus shortcut atau atas dasar kira-kira (approximate method)
Ada 4 langkah dalam metode ini yaitu
·         Mengadakan estimasi jumlah rata-rata dari dana yang tersedia bagi kita selama 10 tahun
·         Menghitung biaya rata-rata tahunan dari penggunaan dana tersebut
·         Menghitung prosentase biaya rata-rata tahunan dari jumlah dana rata-rata yang tersedia
·         Menyesuaikan biaya obligasi itu berdasarkan setelah pajak
b.      Menggunakan tabel PV atau metode accurate
Metode ini mencari tingkat bunga yang menjadikan nilai sekarang dari pembayaran bunga tahunan
c.       Biaya modal yang berasal dari Saham Preferen
Saham preferen memiliki sifat antara hutang dengan saham biasa, bersifat hutang karena mengandung kewajiban tetap untuk membayar dividen preferen dan dalam likuidasi pemegang saham preferen memiliki hak mendahului dibanding saham biasa.
Namun tidak seperti hutang kegagalanmembayar dividen preferen tidak mengakibatkan pembubaran perusahaan. Risiko saham preferen lebih kecil dari hutang tapi lebih besar dari saham biasa Biaya penggunaan dana yang berasal dari saham preferen dapat dihitung dengan membagi dividen perlembar saham preferen (Dp) dengan harga bersih penjualan saham preferen (Pn)
d.      Biaya modal yang berasal dari laba yang ditahan
Penggunaan laba ditahan juga memiliki biaya, biaya penggunaan dana yang berasal dari laba yang ditahan adalah sebesar tingkat pendapatan investasi dalam saham yang diharapkan diterima oleh para investor atau biayanya sama dengan biaya penggunaan dana yang berasal dari saham biasa
e.       Biaya modal yang berasal dari emisi saham biasa baru
Biaya saham biasa baru adalahlebih tinggi dari biaya penggunaan dana yang berasal dari laba ditahan karena emisi saham baru dibebani biaya emisi.
f.       Biaya penggunaan Modal secara Keseluruhan
Tingkat biaya modal yang harus dihitung oleh perusahaan adalah tingkat biaya modal perusahaan secara keseluruhan, karena masing-masing biaya modal berbeda maka untuk menetapkan biaya modal secara keseluruhan perlu menghitung "weighted average" dari berbagai sumber . Penertapan " weight" atau bobot dapat berdasarkan
·         Jumlah rupiah dari masing-masing komponen struktur modal
·         Proporsi modal dalam struktur modal dinyatakan dalam prosentase
Dengan mengalikan masing-masing komponen modal dengan biaya masing-masing komponen modal dapatlah dihitung besarnya biaya modal rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar