Minggu, 12 Oktober 2014

HUTANG JANGKA PANJANG



I.    HUTANG OBLIGASI
Hutang jangka panjang ( long term debt ) terdiri dari pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaan, menurut mana yang lebih lama. Hutang obligasi, wesel bayar jangka panjang, hutang hipotik, kewajiban pension dan kewajiban lease merupakan contoh – contoh kewajiban jangka panjang.
Korporasi biasanya membutuhkan persetujuan dewan direktur dan pemegang saham sebelum obligasi dapat diterbitkan sesuai anggaran dasar perusahaan tersebut. Hal ini berlalu pula untuk jenis – jenis lain pengaturan hutang jangka panjang.
 Pada umumnya hutang jangka panjang memiliki berbagai ketentuan atau pembatasan (covenants or restrictions) untuk melindungi baik peminjam maupun pemberi pinjaman. Item – item yang sering kali dinyatakan dalam indenture atau perjanjian meliputi jumlah yang diotorisasi untuk diterbitkan, suku bunga, tanggal jatuh tempo, provisi penarikan, property yang digadaikan sebagai jaminan, persyaratan dana pelunasan, modal kerja dan pembatasan dividen serta pembatasan yang berhubungan dengan asumsi hutang tambahan. Jika ketetapan ini berperan penting untuk memahami secara menyeluruh posisi  keuangan dan hasil operasi, maka semua ini harus dijelaskan dalam laporan keuangan atau catatan yang menyertainya.
Meskipun ketentuan ini kelihatannya memberikan perlindungan, yang memadai bagi pemegang hutang jangka panjang, namun banyak pemegang obligasi menderita kerugian yang cukup besar ketika hutang tambahan dimasukkan ke struktur modal. Pertimbangan apa yang terjadi dengan pemegang obligasi dalam leveraged buyout (LBO), yang biasanya dicetuskan oleh pihak manajemen. Pada LBO RJR Nabisco. Obligasi solid dengan tingkat 9³/8% yang akan jatuh tempo pada tahun 2016 menurun nilainya sebesar 20 % ketika manajemen mengumumkan leveraged buyout. Kerugian nilai seperti ini terjadi karena hutang tambahan yang dimasukkan ke struktur modal dapat meningkatkan kemungkinan kegagalan, meskipun pemegang obligasi memiliki ketentuan yang melindungi, mereka masih bias menderita kierugian ketika tingkat hutang bertumbuh terlalu tinggi.
1.1.Penerbitan Obligasi
Obligasi yang timbul dari suatu kontrak dikenal sebagai indenture obligasi ( bond indenture ) dan merupakan janji untuk membayar, yaitu sejumlah uang yang sudah ditetapkan pada tanggal jatuh tempo ditambah bunga periodic pada tingkat tertentu atas jumlah yang jatuh tempo ( nilai nominal ). Setiap obligasi dinyatakan dengan sertifikat dan mempunyai nilai nominal $1.000. pembayaran bunga obligasi biasanya dilakukan secara setengah tahunan, meskipun suku bunga pada umumnya dinyatakan secara tahunan. Tujuan utama dari obligasi adalah untuk meminjam dalam jangka panjang apabila jumlah modal yang diperlukan terlalu besar untuk disediakan oleh satu pemberi pinjaman. Dengan menerbitkan obligasi dalam pecahan $100, $1000, atau $10.000, sejumlah besar hutang jangka panjang dapat dibagi banyak unit investasi yang kecil, sehingga memungkinkaan lebih dari satu pemberi pinjaman berpartisipasi.
1.2.Janis dan Peringkat Obligasi
1.2.1.      Obligasi Berjamin dan Tanpa Jaminan
Obligasi berjamin ( secured bonds ) didukung oleh janji dari beberapa orang penjamin. Obligasi hipotik dijamin klaim atas real estat. Obligasi perwakilan kolateral dijamin oleh saham dan obligasi korporasi lain. Obligasi yang tidak didukung oleh jaminan disebut obligasi tanpa jaminan. Obligasi debenture merupakan obligasi tanpa jaminan ( unsecured bonds ). Junk bond juga merupakan obligasi tanpa jaminan dan sangat beresiko, sehingga harus membayar suku bunga yang tinggi. Jenis – jenis obligasi ini sering digunakan untuk membiayai leveraged buyout.
1.2.2.      Obligasi Berjangka, Obligasi Berseri, dan Obligasi yang dapat Ditebus.
Terbitan obligasi yang jatuh tempo pada satu tanggal disebut obligasi berjangka, sementara terbitan yang jatuh tempo dengan serangkaian pembayaran angsuran disebuit obligasi berseri. Obligasi yang jatu tempo secara berseri sering digunakan oleh sekolah atau dinas kebersihan, kotapraja atau dinas perpajakan daerah yang menerima uang melalui retribusi khusus. Obligasi yang dapat ditebus ( callable bonds ) memberikan kepada penerbitnya hak untuk menebus dan menarik obligasi itu sebelum jatuh temponya.
1.2.3.      Obligasi Konvertibel, Obligasi yang Didukung Komoditas, dan Dengan Diskonto Besar.
Jika obligasi dapat dikonversi menjadi sekuritas lain milik korporasi dalam jangka waktu tertentu setelah penerbitannya, maka obligasi ini disebut obligasi konvertibel (convertible bonds). Dua jenis obligasi yang baru telah dikembangkan dalam rangka menarik modal dalam pasar uang yang ketat – obligasi yang didukung komoditas dan obligasi dengan diskonto besar. Obligasi ang didukung komoditas (disebut juga obligasi yang berkaitan dengan aktiva). Dapat ditebus  dalam ukuran komoditas seperti minyak dalam barel, batubara dalam ton, dan logam mulia dalam ons.
1.2.4.      Obligasi Terdaftar dan Obligasi Atas Unjuk (Kupon)
Obligasi yang diterbitkan atas nama pemilik adalah obligasi terdaftar (registered bonds) dan mensyaratkan penyerahan sertifikat serta penerbitan sertifikat baru untuk menyelesaikan penjualan. Namun, obligasi atas unjuk atau kupon (bearer/coupon bonds) tidak dicatat atas nama pemilik dan dapat ditransfer dari satu pemilik ke yang lainnya cukup dengan penyerahan.
1.2.5.      Obligasi Laba dan Obligasi Pendapatan.
Obligasi laba (income bonds) tidak membayar bunga kecuali perusahaan penerbitnya meraih laba. Obligasi pendapatan (revenue bonds) yang disebut demikian karena membayar bungan dari sumber pendapatan tertentu, paling sering dikeluarkan oleh Bandar udara, distrik sekolah, daerah, otoritas jalan tol, dan lembaga pemerintah.
1.3.Penilaian Hutang Obligasi---Diskonto dan Premi
Penerbitan dan pemasaran obligasi kepada public tidak akan terjadi dalam satu malam. Biasanya diperlukan waktu selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan untuk melakukannya. Pertama, perusahaan penerbit harus mendapatkan para penanggung (underwriter) yang akan membantu memasarkan dan menjual obligasiya. Kemudian persetujuan securities exchange commission harus diperoleh, audit dan penerbitan prospectus ( sebuah dokumen yang menjelaskan ditur obligasi dan informasi keuangan yang terkait mungkin diperlukan. Akhirnya perusahaan biasanya harus mencetak sertifikat – sertifikat obligasi. Harga jual obligasi ditetapkan oleh febnomena umum seperti penawaran dan permintaan dari pembeli serta penjual, risiko relative, kondisi pasar dan keadaan perekonomian. Masyarakat investasi menilai obligasi pada nilai sekarang dari arus kas masa depanyang diharapkan yang terdiri dari bunga dan pokok. Suku bunga yang digunakan untuk menghitung nilai sekarang dari arus kas ini adalah suku bunga yang memberikan pengembalian atas investasi yang dapat diterima, yang sebanding dengan karakteristik risiko penerbitannya.
Suku bunga yang ditulis dalam persyaratan indenture obligasi (dan biasanya tercetak pada sertifikat obligasi) dikenal sebagai suku bunga ditetapkan, kupon, atau nominal. Suku bunga ini yang ditetapkan olehpenerbit obligasi dinyatakan sebagai persentase dari nilai nominal yang disebut juga nilai pari ( par value ) jumlah pokok ( principal amount ) atau nilai jatuh tempo ( maturity value ) obligasi tersebut.
Jika suku bunga yang digunakan oleh masyarakat investasi (pembeli) berbeda dengan suku bunga ditetapkan maka nilai sekarang obligasi yang dihitung oleh pembeli (dan harga beli berjalan) akan berbeda dengan nilai nominal obligasi. Selisih antara nilai nominal dan nilai sekarang obligasi menentukan harga actual yang dibayar pembeli untuk obligasi. Selisih antara nilai nominal dan nilai sekarang obligasi bias berupa diskonto atau premi. Jika obligasi dijual lebih rendah dari nilai nominalnya, maka obligasi tersebut dijual dengan diskonto. Jika obligasi dijual lebih tinggi dari nilai nominalnya, maka obligasi tersebut dijual dengan premi.
Suku bunga actual yang dihasilkan oleh pemegang obligasi disebut hasil efektif (effective yield) atau suku bunga pasar (market rate). Jika obligasi dijual dengan diskonto, maka hasil efektifnya lebih tinggi dari suku bunga yang ditetapkan. Sebaliknya, jika obligasi dijual pada premi maka hasil efektifnya lebih rendah dari suku bunga ditetapkan. Pada saat obligasi beredar, harganya dipengaruhi oleh beberapa variable dimana yang sangat berpengaruh adalah suku bunga pasar. Hal ini merupakan hubungan terbalik antara suku bunga pasar dengan obligasi.
Untuk mengilustrasikan perhitungan nilai sekarang penerbitan obligasi mari kita perhatikan service master yang telah menerbitkan obligasi senilai $100.000 jatuh tempo dalam 5 tahun, dengan bunga 9% yang akan dibayarkan secara tahunan pada akhir tahun. Ketika diterbitkan, suku bunga pasar obligasi tersebut adalah 11%. Diagram waktu pada ilustrasi 14-1 berikut menjelaskan baik arus kas pokok maupun bunga.
Bunga             $9.000             $9.000             $9.000             $9.000             $9.000
Arus kas pokok dan bunga actual didiskontokan pada tingkat 11% selama periode 5 tahun seperti yang ditunjukan pada ilustrasi 14-2
Nilai Sekarang dari pokok :
            $100.000 x 0.59345 (table 6-2)           $59.345,00
Nilai sekarang pembayaran bunga :
            $9.000 x 3.69590 (table 6-4)               $33.263,10
Nilai sekarang (harga jual) obligasi :               $92.608,10
Dengan membayar sebesar $92.608,10 pada tanggal penerbitan, investor akan dapat merealisasi suatu suku bunga atau hasil efektif sbesar 11% selama jangka waktu 5 tahun. Harga obligasi yang dijual biasanya ditetapkan sebagai persentase dari nilai pari atau nominal obligasi tersebut. Sebagai contoh obligasi service master dijual seharga 92.6 (92.6% dari nilai pari). Jika service master menerima $102.000, maka kita akan mengatakan bahwa obligasi telah dijual pada 102 (102% dari nilai pari).
1.4.Metode Bunga Efektif
Prosedur yang lebih disukai untuk amortasi diskonto atau premi adalah metode bunga efektif (disebut juga amortasi nilai sekarang). Dalam metode bunga efektif: beban bunga obligasi dihitung pertama kali dengan mengalihkan nilai tercatat (nilai buku) obligasi pada awal periode dengan suku bunga efektif, amortisasi diskonto atau premi obligasi kemudian ditentukan dengan membandingkan beban bunga obligasi terhadap bunga yang dibayarkan.
Metode bunga efektf menghasilkan beban bunga periodic yang sama dengan persentase konstan dari nilai tercatat obligasi itu. Karena persentasenya adalah suku bunga efektif yang dikeluarkan peminjam pada waktu penerbitan, maka metode bunga efektif manghasilkan penandingan beban yang lebih baik terhadap pendapatan daripada metode garis lurus.
Metode bunga efektif dan metode garis lurus keduanya menghasilkan jumlah total beban bunga yang sama selama jangka waktu obligasi. Akan tetapi, apabila jumlah tahunan berbeda secara material, maka metode bunga efektif disyaratkan menurut prinsip – prinsip akuntansi yang diterima umum.
1.5.Biaya Penerbitan Obligasi
Penerbitan obligasi melibatkan biaya mendesain dan mencetak, biaya hokum dan akuntansi, komisi biaya promosi, serta beban serupa lainnya. Perusahaan disyaratkan untuk membebankan biaya – biaya ini kea kun – akun aktiva, yang sering kali disebut sebagai biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi. Perusahaan kemudian mengalokasikan. Biaya penerbitan obligasi yang belum di amortisasi selama umur hutang itu, dengan cara yang sama seperti yang digunakan untuk diskonto obligasi. Kami tidak setuju dengan cara ini. Biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi adalah beban (atau pengurangan kewajiban terkait) menurut kami.
Untuk menggambarkan akuntansi untuk biaya penerbitan obligasi, asumsikan bahwa microchip corporation menjual obligasi surat hutang atau debenture senilai $20.000.000, berjangka 10 tahun dengan harga $20.795.000 pada tanggal 1 januari 2007 (juga tanggal obligasi). Biaya penerbitan obligasinya adalah $245.000. microchip mencatat penerbitan obligasi dan amortisasi biaya penerbitan obligasi adalah sebagai berikut :


1 januari 2007
Kas                                                                                    20.550.000
Biaya Penerbitan Obligasi yang Belum Diamortisaso      245.000
      Premi atas Hutang Obligasi                                                                795.000
      Hutang Obligasi                                                                                  20.000.000
                  (Untuk mencatat penerbitan obligasi)

31 Desember 2007
Beban Penerbitan Obligasi                                                24.500
      Biaya Penerbitan Obligasi                                                                   24.500
      Yang belum Diamortisasi
      (Untuk mengamortisasi selama satu tahun
      Biaya penerbitan obligasi-metode garis lurus)

Microchip melanjutkan untuk mengamortisasi biaya penerbitan obligasi dengan cara yang sama selama umur obligasi. Meskipun metode bunga efektif lebih disukai dalam prakteknya perusahaan dapat juga menggunakan metode garis lurus untuk mengamortissasi biaya penerbitan obligsi karena lebih mudah dan hasilnya tidak banyak berbeda.
1.6.Obligasi Treasure
Hutang obligasi  yang telah diakuisisi kembali oleh perusahaan yang menerbitkannnya atau agen atau trustee atau perwakilannya dan belum dibatalkan disebut sebagai obligasi treasuri (treasury bonds). Obligasi ini harus dilaporkan dalam neraca sebagai pengurangan dari hutang obligasi. Apabila obligasi itu dijual atau dibatalkan, maka akun obligasi treasuri harus dikreditkan.
1.7.Pelunasan Hutang Lebih Awal
Bagaimana perusahaan pembayaran hutang- seringkali disebut sebagai pelunasan hutang lebih awal (extinguishment of debt) jika obligasi (atau bentuk lain dari ekuritas hutang) di pegang hingga jatuh tempo maka jawabannya relative langsung—tidak ada keuntungan atau kerugian yang dihitung. Setiap premi atau diskonto dan setiap biaya penerbitan akan diamortisasi sepenuhnya pada tanggal obligasi jatuh tempo. Akhirnya, jumlah tercatat akan sama dengan nilai jatuh tempo (nominal obligasi tersebut.
Untuk menggambarkannya, asumsikan bahwa pada tanggal 1 januari 2000, General Bell Corp menerbitkan obligasi dengan nilai pari sebesar $800.000 yang akan jatuh tempo dalam 20 tahun pada 97. Biaya penerbitan obligasi yang berjumlah $16.000 telah dikeluarkan. Delapan tahun stelah tanggal penerbitan keseluruhan terbitan itu ditebus pada 101 dan dibatalkan pada saat itu, saldo diskonto yang belum diamortisasi adalah $14.400 dan saldo biaya penerbitan yang belum diamortisasi adalah $9.600.ilustrasi 14-10 menunjukkan bagaimana general bell menghitung kerugian atas penarikan (pelunasan lebih awal)
Harga Reakusisi ($800.000 x 1.01)                                                           $808.000
Jumlah tercatat bersih dari obligasi yang ditarik:
      Nilai Nominal                                                              $800.000
Diskonto yang belum diamortissasi ($24.000 x 12/20)     (14.400)
Biaya penerbitan yang belum diamortisasi ($16.000 x 12/20)     
      (keduanya menggunakan garis luris)                           (9.600)             776.000
Kerugian Atas Penarikan                                                                                $32.000

General Bell untuk mencatat rekuisisi dan pembatalan obligasi adalah :
Hutang Obligasi                                              800.000
Kerugian atas Penarikan Obligasi                   32.000
            Diskonto atas Hutang Obligasi                                   14.400
            Biaya Penerbitan Obligasi yang Belum Diamortisasi 9.600
            Kas                                                                              808.000
II. WESEL BAYAR JAGKA PANJANG
2.1.Wesel Diterbitkan pada Nilai Nominal
Dalam transaksi ini, suku bunga ditetapkan dan suku bunga efektif keduanya adalah 10%. Diagram waktu dan perhitungan nilai sekarang yang telah disajikan pada bab 7 (lihat ilustrasi 7-9) untuk bigelow corp. akan sama untuk Scandinavian imports yaitu penerbit wesel dalam mengakui wesel bayar karena nilai sekarang wesel sama dengan nilai nominalnya yaitu $10.000 maka tidak ada premi atau disko9nto yang diakui. Penerbitan wesel akan dicatat oleh Scandinavian imports sebagai berikut :
      Kas                              10.000
                  Wesel Bayar                10.000
Sacndinavian imports akan mengakui bungan yang terjadi setiap tahun sebagai berikut:
      Beban Bunga              1.000
      Kas                                          1.000
2.2.Wesel Tidak Diterbitkan Pada Nilai Nominal
Contoh transaksi seperti ini adalah penawaran dari beneficial corporation atas wesel kupon nol (obligasi dengan diskonto dalam atau besar) senilai $150 juta yang memiliki umur 8 tahun. Dengan nilai nominal masing – masing sebesar $1.000, wesel tersebut dijual seharga $327 masing – masing dengan diskonto sebesar $673. Nilai sekarang dari setiap wesel merupakan hasil kas sebesar $327. Suku bunga dapat dihitung dengan menentukan suku bunga yang menyamakan jumlah yang saat itu dibayarkan oleh investor dengan jumlah yang akan diterima di masa mendatang. Jadi, beneficial mengamortisasi diskonto itu selama 8 tahun dengan menggunakan suku bunga efektif sebesar 15%.
Untuk mengilustrasikan ayat jurnal dan skedul amortisasi anggaplah bahwa turtle cove menerbitkan wesel tanpa bunga berjangka waktu 3 tahun senilai $10.000 kepada jeremiah company seperti diilustrasikan pada bab 7 jilid 1 (wesel tagih).suku bunga implicit yang sama dengan total kas yang dibayarkan ($10.000 pada jatuh tempo) untuk nilai sekarang dari arus kas masa depan ($7.721,80 kas yang dihasilkan pada tanggal penerbitan ) adalah 9%. (nilai sekarang dari $1 untuk 3 periode pada 9% adalah %0.77218 ). Diagram waktu yang menggambarkan satu arus kas ditunjukkan pada ilustrasi 13-11


Turtle mencatat penerbitan wesel tersebt adalah sebagai berikut :
Kas                                                7.721.80
Diskonto atau Wesel Bayar          2.278.20
      Wesel Bayar                                                    10.000.00
2.3.Wesel Byar Dalam Situasi Khusus
Apabila instrument hutang tersebut dipertukarkan dengan property, barang, atau jasa dalam suatu transaksi pertukaran istimewa maka suku bunga ditetapkan dianggap layak kecuali jika :
a.       Tidak ada suku bunga yang ditetapkan
b.      Suku bunga yang ditetapkan tidak layak
c.       Jumlah nominal yang ditetapkan dari instrument hutang itu secara material berbeda dengan harga jual tunai berjalan atas barang yang sama atau serupa atau dari ilai pasar berjalan instrument hutang itu.
2.4.Wesel Bayar Hipotek
Wesel bayar hipotek adalah wesel promes yang dijamin dengan suatu dokumen yang disebut suatu hipotek yang menggadaikan hak dari kekayaan sebagai jaminan untuk pinjaman itu. Hipotek dapat dibayarkan dalam jumlah penuh pada saat jatuh tempo atau secara angsuran selama umur pinjaman. Jika dibayarkan pada saat jatuh tempo, hutang hipotek ditunjukkan sebagai kewajiban jangka panjang di neraca sampai suatu saat yang mendekati tanggal jatuh tempo yang mengharuskan penyajiannya sebagai kewajiban lancar.
III.   PELAPORAN DAN ANALISIS HUTANG JANGKA PANJANG
3.1.Pembiayaan di Luar Neraca
Pendanaan di luar neraca adalah suatu upaya untuk meminjam uang dengan cara sedemikian rupa sehingga kewajibannya tidak tercatat. Dua pendekatan di luar neraca tambahan antara lain :
1.      Swap tingkat bunga
Banyak perusahaan menemukan swap ( pertukaran ) tingkat bunga merupakan cara yang mudah untuk membatasi kepekaakn tingkat bunga. Suatu perusahaan dengan sejumlah hutang yang cukup besar dengan tingkat variabel dapat mengimgimkan untuk menukarkan ke hutang tingkat tetap untuk membatasi risikonya terhadap tingkat bunga yang meningkat.
2.      Perjajian pendanaan produk
Perjanjian pendanaan proyek muncul apabila :
·         Dua kesatuan atau lebih membentuk kesatuan baru untuk membangun suatu pabrik operasi yang akan digunakan oleh kedua bela pihak.
·         Kesatuan baru itu meminjam dana untuk membangun proyek tersebut dan membayar hutang dari hasil ynag diterima proyek.
·         Pembayaran hutang dijamin oleh perusahaan yang akan membentuk kesatuan baru tidak harus melaporkan kewajiban pada pembukaunya.
Dasar Pemikiran Untuk Pendanaan Di Luar Neraca :
Terdapat beberapa alasan mengapa perusahaan berusaha mengadakan perjanjian pendanaan di luar neraca:
·         Banyak yang berpendapat bahwa peniadaan hutang mempertinggi mutu neraca dan memungkinkan kredit diperoleh dengan lebig cepat dan dengan biaya yang lebih ringan.
·         Ketentuan pinjaman seringkali menetapkan pembatasan atas jumlah hutang yang dapt dipunyai.
·         Dikemukakan oleh beberapa pihak bahwa sisi aktiva dari neraca dinyatakan sangat terlalu rendah.
3.2.Penyajian Dan Analisis Hutang Jangka Panjang
Penyajian Hutang Jangka Panjang
Perusahaan yang mempunyai banyak terbitan hutang jangka panjang dalam jumlah besar seringkali hanya melaporkan satu jumlah dalam neraca dan mendukungnya dengan komentar serta skedul dalam catatan yang menyertainya. Setiap aktiva yang digadaikan sebagai jaminan atas hutang itu harus ditunjukkan dalam kelompok aktiva di neraca. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun harus dilaporkan sebagai kewajiban lancar, kecuali jika penarikan itu dipenuhi dengan aktiva selain aktiva lancar. Jika hutang itu akan di danai kembali, dikonversi menjadi saham, atau ditarik dari dana pelunasan obligasi, maka hal itu harus dilaporkan sebagai pos tidak lancar dan disertai dengan catatan penjelasan mengenai metode yang digunakan dalam likuidasinya. Pengungkapan juga diperlukan pada pembayaran masa depan untuk kebutuhan dana pelunasan dan jumlah jatuh tempo hutang jangka panjang selama 5 tahun ke depan.
Analisis Hutang Jangka Panjang
Rasio hutang terhadap total aktiva dan berapa kali bunga dihasilkan adalah dua rasio yang memberikan informasi tentang kemampuan membayar hutang dan solvensi jangka panjang perusahaan.
















DAFTAR PUSTAKA
Keiso, Donald. 2011. Akuntansi Intermediate : Penerbit Erlangga. Jakarta
















































Tidak ada komentar:

Posting Komentar