Selasa, 05 Agustus 2014

MENGUKUR PENDAPATAN SUATU NEGARA


I.          PENDAPATAN DAN PENGELUARAN DALAM PEREKONOMIAN
Untuk mengukur perekonomian suatu Negara secara keseluruhan. Dalam menilai apakah perekonomian berjalan baik atau buruk, merupakan suatu hal yang wajar untuk melihat pendapatan yang di peroleh semua orang dalam perekonomian tersebut, istilah ini disebut Produk Domestik Bruto (PDB).
PDB mengukur dua hal sekaligus, yaitu pendapatan total semua orang dalam perekonomian dan jumlah pembelanjaan untuk membeli barang dan jasa hasil dari perekonomian. Alasan PDB dapat mengukur pendapatan total dan pengeluaran secara bersamaan adalah kedua hal inipada dasarnya sama. Jika suatu perekonomian secara keseluruhan, pendapatan total harus sama dengan pengeluaran total.
PDB merupakan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan unit-unit produksi dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu periode (1 tahun).
Pengukuran Produk Domestik Bruto
  1. 1.      PDB adalah Nilai Pasar
Artinya PDB menjumlahkan berbagai jenis produk menjadi satu ukuran nilai kegiatan ekonomi. Untuk melakukan hal itu, PDB menggunakan haraga pasar. Karena mengukur juumlah yang bersedia dibayarkan oleh orang untuk membeli berbagai barang, harga pasar mencerminkan nilai barang – baranng tersebut.

 
  1. 2.      PDB Nilai Dari Semua
Artinya PDB mencakup seluruh barang yang diproduksi dalam perekonomian dan egal. Seperti nilai pasar jasa perumahan yang di sediakan oleh stok perumahan dalam perekonomian. PDB tidak menghitung jika si penyewa rumah menggunakan rumahnya untuk tinggal sendiri, karena PDB menghitung pendapatan dan pengeluaran yang dikeluarkan yang memiliki nilai pasar serta di jual secara legal. 
  1. 3.      PDB Nilai Akhir
Artinya PDB hanya menghitung nilai akhir dari proses suatu barang dari bahan baku menjadi barang jadi. Seperti baju, yang berawal dari benang lalu benang menjadi kain lalu kain menjadi baju, PDB tidak menghitung nilai dari proses pembuatan benang atau kain melainkan nilai pasar dari baju itu sendiri. Karena benang dan kain merupakan barang antara.
  1. 4.      PDB Yang Diproduksi
Artinya PDB mencakup barang dan jasa yang sedang di produksi, PDB tidak termasuk transaksi barang – barang yang di produksi pada masa lalu. Seperti ketika Samsung memproduksi dan menjual sebuah HP baru, nilai tersebut di masukkan ke dalam PDB. Sedangkan jika seseorang menjual HP bekas, nilai HP tersebut tidak masuk ke dalam PDB
  1. 5.      PDB Dalam Suatu Negara
PDB mengukur nilai produksi di dalam batas – batas wilayah geografis suatu Negara. Jika seorang warga Australia bekerja untuk sementara waktu di Indonesia, maka produksi yang ia hasilkan menjadi bagian dari PDB Indonesia.
  1. 6.      PDB Pada Suatu Periode
PDB mengukur nilai produksi yang dilakukan dalam rentang waktu tertentu. Rentang waktu tersebut biasanya selam satu tahun atau satu tri wulan (tiga bulan). PDB mengukur arus pendapatan dan pengeluaran perekonomian selama rentang waktu tersebut.
II.    KOMPONEN-KOMPONEN PDB
Pembelanjaan dalam perekonomian bervariasi bentuknya. Untuk memahami bagaimana ekonomi memanfaatkan sumber daya langka, para ekonomi sering tertarik untuk mempelajari komposisi PDB (Produk Domestik Bruto)dari berbagai jenis pembelanjaan. Untuk melakukannya, PDB (yang dilambangkan Y) dibagi menjadi empat komponen, yaitu konsumsi (C), investasi (I), belanja pemerintah (G), dan ekspor neto (NX):
Y = C + I +G + NX
Persamaan ini merupakan persamaan identitas-persamaan yang kebenarannya ditentukan oleh difinisi variabel-variabel di dalamnya. Ini dikarenakan setiap unit pengeluaran yang dimasukkan ke dalam PDB merupakan satu dari empat komponen PDB maka jumlah keempat komponen tersebut harus sama dengan PDB.
  1. 1.      Komsumsi
Pembelanjaan rumah tangga untuk barang dan jasa. Barang tersebut meliputi pembelanjaan rumah tangga untuk barang awet seperti mobil dan peralatan rumah tangga, tidak awet seperti pangan dan sandang. Sedangkan jasa berupa barang-barang tidak kasat mata seperti biaya pendidikan.
  1. 2.      Investasi
Investasi adalah pembelian barang yang akan digunakan pada masa depan untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak. Pengeluaran untuk peralatan modal, persediaan, dan bangunan atau struktur, termasuk belanja rumah tangga untuk rumah baru. Pembelian rumah baru adalah satu bentuk pembelanjaan rumah tangga yang dikatagorikan sebagai investasi, bukan konsumsi. Salah satu tujuan PDB adalah untuk mengukur nilai produksi ekonomi dan barang yang ditambahkan ke dalam persediaan merupakan bagian dari produksi pada periode tersebut.
  1. 3.      Belanja Pemerintah
Belanja pemerintah merupakan pembelanjaan untuk barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah. Belanja pemerintah meliputi upah pegawai negeri dan pengeluaran untuk pekerjaan umum. Karena tujuan dari PDB untuk mengukur pendapatan dan pengeluaran untuk produksi barang dan jasa, pembayaran transfer tidak dihitung sebagai bagian dari belanja pemerintah.
  1. 4.      Ekspor Neto
Ekspor neto sama dengan pembelian barang produksi domestic oleh warga asing (ekspor) dikurangi dengan pembelian barang asing oleh warga domestic (impor). Penjualan yang dilakukan oleh eprusahaan domestic kepada pembeli luar negeri, seperti penjualan boeing kepada Air Asia, meningkatkan ekspor neto. Kata neto dalam kata ekspor neto berarti impor dikurangi dari ekspor. Pengurangan ini dilakukan karena impor barang dan jasa termasuk ke dalam komponen PDB lainnya. Dengan demikian, apabila rumah tangga, perusahaan, atau pemerintah membeli barang atau jasa dari luar negeri, pembelian tersebut mengurangi ekspor-namun karena meningkatkan konsumsim investasi, atau belanja pemerintah, pembelian itu tidak memengaruhi PDB.

III. PDB RIIL VERSUS PDB NOMINAL
PDB mengukur jumlah pembelanjaan untuk barang dan jasa di seluruh pasar dalam perekonomian. Para ekonom ingin memisahkan kedua pengaruh ini.PDB dibagi atas PDB Nominal dan PDB Riil.PDB Nominal mengukur nilai output selama tahun tertentu menggunakan harga yang berlaku selama tahun itu. Seiring waktu , tingkat umum harga naik karena inflasi , yang menyebabkan peningkatan PDB Nominal bahkan jika jika volume barang dan jasa yang dihasilkan tidak berubah.
PDB Riil mengukur nilai output dalam dua tahun atau lebih yang berbeda dengan menilai barang dan jasa disesuaikan dengan inflasi. Secara khusus, para ekonom ingin mengukur jumlah barang dan jasa yang di produksi oleh perekonomian yang tidak dipengaruhi oleh perubahan harga barang dan jasa. PDB riil menjawab satu pertanyaan hipotesis, yakni berapa nilai barang dan jasa yang diproduksi pada tahun ini jika kita menilai barang dan jasa tersebut dengan harga yang berlaku pada tahun tertentu pada masa lampau.
PDB riil memperlihatkan bagaimana produksi barang dan jasa dalam perekonomian berubah seiring  berjalannya waktu. Untuk melihat konstruksi PDB secara lebih akurat, amati contoh berikut. Contoh Numerik Tabel 2 memperlihatkan sejumlah data tentang perekonomian yang hanya memproduksi dua barang yaitu ayam dan burger. Tabel tersebut memperlihatkan jumlah kedua barang yang diproduksi dan masing-masing
Untuk menghitung jumlah pembelanjaan dalam perekonomian ini, kita harus  mengalikan jumlah ayam dan burger dengan harga keduanya. Pada 2007, 100 potong ayam dijual dengan  harga $1 per potong sehingga pengeluaran untuk ayam sama dengan $100. Jumlah ini, yaitu produksi barang dan jasa yang dinilai pada harga terkini disebut PDB nominal  ( nominal GDP ).
Table 2 memperlihatkan perhitungan PDB nominal pada ketiga tahun tersebut. Jumlah pembelanjaan meningkat dari $200 pada 2007 menjadi $600 pada 2008 kemudian menjadi $1.200 pda 2009. Selain itu, juga disebabkan oleh kenaikan harga ayam dan burger. Untuk memperoleh ukuran jumlah produksi yang tidak  dipengaruhi oleh perubahan harga, kita menggunakan PDB rill (real GDP), yaitu produksi barang dan jasa yang dinilai pada harga tetap. Kita menghitung PDB riil pertama-tama dengan memilih suatu tahun sebagai tahun basis.
Harga pada tahun basis menjadi dasar perbandingan kuantitas pada tahun-tahun yang berbeda.Diasumsikan bahwa kita memilih tahun 2007 sebagai tahun basis pada contoh kita. Kita kemudian dapat menggunakan harga ayam dan burger tahun 2007 untuk menghitung nilai barang dan jasa yang diproduksi pada 2007,2008,dan 2009. Tabel 2 memperlihatkan perhitungan ini.  Untuk menghitung PDB riil tahun 2007, kita menggunakan harga ayam dan burger tahun 2007 (tahun basis) dan jumlah ayam dan burger yang diproduksi pada 2007.(Oleh karena itu, untuk tahun basis, PDB riil selalu sama dengan PDB nominal.)
Setelah melihat bahwa PDB riil naik dari $200 pada 2007 menjadi $350 pada 2008, kemudian menjadi  $500 pada 2009, kita mengetahui bahwa kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan jumlah yang diproduksi, karena harga ditetapkan di tingkat harga pada tahun basis. PDB riil tidak dipengaruhi oleh perubahan harga, perubahan PDB riil hanya mencerminkan perubahan jumlah yang diproduksi.Tujuan kita menghitung PDB adalah untuk mengukur jalannya perekonomian, PDB riil mencerminkan kemampuan perekonomian untuk memenuhi kebutuhan dan hasrat orang sehingga PDB Riil menjadi ukuran kesehatan ekonomi yang lebih baik daripada PDB nominal.
IV. PDB DAN KESEHATAN PEREKONOMIAN
PDB (Produk Domestik Bruto) mengukur pendapatan total dalam perekonomian ataupun pengeluaran total barang dan jasa dalam perekonomian. Sehingga PDB per kapita memberikan informasi tentang pendapatan dan pengeluaran warga rata-rata dalam perekonomian. PDB per kapita menjadi suatu ukuran alamiah dalam mengetahui kesehatan perekoniam rata-rata warga, dimana sebagian besar warga akan memilih untuk memperoleh pendapatan yang besar dan menikmati pengeluaran yang lebih banyak.
Namun apakah PDB dapat digunakan sebagai tolak ukur dalam mengukur kesejahteraan warga ?. pertanyaan seperti ini muncul karena PDB tidak memperhitungkan kesehatan, mutu pendidikan, waktu bermain, keharmonisan keluarga dan sebagainya. Atau tidak mengukur sesuatu hal yang membuat hidup ini berarti.
Jawabannya adalah PDB yang tinggi akan membantu kita menjalani hidup yang lebih baik. PDB tidak mengukur kesehatan warganya, namun sebuah negara yang memiliki PDB yang lebih tinggi dapat membuat dan menyediakan berbagai layanan kesehatan yang lebih baik untuk warganya. PDB tidak mengukur mutu pendidikan, namun negara yang memiliki PDB yang lebih tinggi dapat menyediakan sarana pendidikan yang lebih baik. Jadi PDB secara tidak langsung mengukur hal-hal yang membuat hidup lebih berarti, dan PDB mengukur kemampuan kita untuk memperoleh saranan tersebut.
Namun PDB bukan merupakan ukuran sempurna untuk kesejahteraan. Terdapat beberapa hal yang tidak diperhitungkan didalam PDB, yaitu :
1.      PDB tidak menghitung sebagian hal yang menentukan hidup yang lebih baik. Contohnya adalah waktu luang. Jika orang-orang tidak memperoleh waktu luang maka akibat dari berkurangnya waktu luang tersebut akan menghapuskan keuntungan dari produksi dan konsumsi barang dan jasa dalam jumlah yang besar.
2.      PDB juga mengabaikan seluruk kegiatan yang dilakukan di luar pasar. Seperti barang-barang produksi yang tidak dijual di pasar konvensional, contohnya adalah masakan yang dibuat oleh koki yang disajikan dirumahnya sendiri tidak termasuk kedalam PDB, berbeda jika disajikan direstoran maka makanan tersebut menjadi bagian PDB.
3.      Hal lain yang dikecualikan oleh PDB adalah mutu lingkungan dan PDB juga mengabaikan distribusi pendapatan.
Dapat kita simpulkan bahwa PDB dalah ukuran yang baik untuk kesejahteraan ekonomi untuk sebagian besar tujuan namun tidak semua tujuan tersebut.


1 komentar: