Selasa, 05 Agustus 2014

PENGORGANISASIAN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Manajemen sangat berkaitan erat dengan organisasi karena dalam menjalankan sebuah organisasi dibutuhkan aturan atau sistem sehingga dapat mewujudkan tujuan dari organisasi tersebut. Aturan – aturan itulah yang sering kita sebut dengan manajemen. Menurut ahli ekonomi Mary Parker Follet,  manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Hal ini berarti bahwa para manajer untuk mencapai tujuan organisasinya harus melalui kerjasama orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin dilakukan. Dalam fungsi manajemen terdapat beberapa fungsi yang saling terkait dimana salah satunya yaitu pengorganisasian yang berfungsi untuk mengorganisasikan anggota dari organisasi tersebut sehgingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kebanyakan organisasi dikatakan gagal apabila manajemen yang diterapkan didalamnya tidak sesuai dengan tujuan awal yang disepakatidalam pembentukan organisasi tersebut. Maka dapat dikatakan organisasi dan manajemen saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain.

1.2  Rumusan masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan organisasi?
b.      Apa Saja Karakteristik dari organisasi?
c.       Apa yang dimaksud dengan organisasi tradisional dan organisasi modern?
d.      Apa perbedaan dari organisasi tradisional dan organisasi modern?
e.       Apa pengertian dari manajer?
1.3  Tujuan
a.       Untuk mengetahui tentang pengertian organisasi serta karakteristik dari organisasi.
b.      Untuk mengetahui tentang pengertian organisasi tradisional dan organisasi modern serta perbedaannya.
c.       Untuk mengetahui tentang pengertian manajer.
1.4  Manfaat
a.       Agar memahami tentang pengertian organisasi serta karakteristiknya.
b.      Agar mampu memahami pengertian tentang organisasi tradisional dan modern serta mampu membedakan keduanya.
c.       Agar mampu memahami pengertian tentang manajer.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1    PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.

 
1.        Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
2.        James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3.        Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
4.        Stephen P. Robbins menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
5.        Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
6.        Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakanorganisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.
7.        Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakanorganisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
8.        James D Mooney berpendapat bahwa Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
9.        Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
10.    Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).
11.    Matthias Aroef mengatakan bahwa Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya
12.    Bakke mengatakan bahwa organisasi merupakan  sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan.
13.    Sondang Siagian cenderung menelaah orgnisasi dari sudut pandang yang berbeda yaitu organisasi ditelaah dengan pendekatan structural dan organisasi ditelaah dari sudut pandang keprilakuan. pendekatan yang sifatnya struktural menyoroti organisasi sebagai tempat atau wadah, hal ini berarti:
Ø  Organisasi dipandang merupakan penggambaran jaringan hubungan kerja yang bersifat formal serta tergambar pad “kotak-kotak”, kedudukan dan jabatan yang diduduki oleh orang-orang.
Ø  Organisasi dipandang sebagai rangkaian hierarki kedudukan yang menggambarkan secara jelas garis kewenangan dan tanggung jawab.
Ø  Organisasi dipandang sebagai alat pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dan strukturnya bersifat permanen tanpa menutup kemungkinan terjadinya reorganisasi apabila hal itu dipandang perlu baik demi percepatan laju usah pencapaian tujuan maupun dalam usaha peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
2.2    KARAKTERISTIK ORGANISASI
a.       Mempunyai tujuan dan sasaran
Setiap organisasi pasti memiliki harapan ataupun sasaran yang ingin dicapai dan menjadi pedoman utama dalam menjalankan organisasi sehingga dapat berjalan dengan baik dan pada akhirmya dapat mencapai tujuan bersama.
b.      Mempunyai keterkaitan format dan tata tertib yang harus ditaati
Setiap organisasi memiliki aturan atau tata tertibnya tersendiri yang sesuai dengan tujuan yang dimiliki. Tata tertib ini harus ditaati sehingga organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
c.       Adanya kerja sama dari sekelompok orang
Organisasi memiliki orang – orang sebagai anggotanya yang sudah wajib untuk mereka dapat melakukan kerjasama guna mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
d.      Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang
Dalam mencapai tujuan bersama dari organisasi yang dijalankan selain memiliki tata tertib dan kerja sama, organisasi harus mempunyai tugas dan wewenang  bagi anggota – anggotanya, masing – masing anggota memiliki tugas dan wewenangnya tersendiri. Apabila tugas dan wewenang yang dimiliki oleh masing – masing anggota dapat dijalankan dan diterapkan dengan baik maka organisasi akan mencapai tujuannya.

2.3    ORGANISASI TRADISIONAL DAN MODERN
A.    Pengertian Organisasi Modern
Teori organisasi modern ini muncul pada tahun 1950, sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neokalsi. Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan  yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila organisasi  dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.
B.     Ciri – ciri Organisasi Modern :
1.    Kadang-kadang disebut analisis sistem organisasi
2.    Organisasi nya terus berkembang
3.    Penggunaan staff lebih intensif
4.    Kecenderungan spesialisasi
5.    Memiliki prinsip-prinsip organisasi
6.    Memiliki unsur-unsur organisasi yang lebih lengkap
7.    Organisasi dan lingkungannya harus dilihat sebagai sesuatu yang saling ketergantungan.
C.     Prinsif-prinsip organisasi Modern :
1.        Adanya pembagian pekerjaan
Maksudnya adalah kualitas anggota organisasi penting dalam pembagian pekerjaan diperhatikan kualitas fisiknya, moral, pendidikan mental, pengalaman, keimanan, dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa.
2.        Disiplin
Disiplin merupakan ketaatan, kepatuhan untuk mengikuti aturan yang menjadi tanggung jawabnya. Disiplin sangat berkaitan dengan kewenangan karena apabila kewenangan tidak dijalankan dengan semestinya maka disiplin itu akan hilang, dan tidak akan tercapai tujuan seperti apa yang diinginkan.
3.        Kewenangan dan taggung jawab
Setiap pekerja diberikan kewenangan untuk melaksanakan sesuatu  pekerjaan, wewenwng tersebut diperolah pada pembagian tugas karena itu menuntut pertanggungjawas kepada kepentban terhadap penyelenggaraan pekerjaan.
4.        Memberikan prioritas kepada kepentingan umum
Memberikan prioritas kepada kepentingan umum merupakan syarat utama anggota organisasi swasta  maupun pemerintah, hal ini sangat dipengaruhi oleh rasa senang dalam bekerja bagi setiap pekerja sehingga sehingga disiplin tubuh atas dasar kesadaran bukan karena dipaksa.
5.        Penggajian pegawai/Karyawan,
Gaji atau  menentukan kkelancaran tugas karena manusia mempunyai kebutuhan pribadi. Gaji juga membuat manusia termotivasi dalam pekerjaan.
6.        Pusat kewenangan
Dalam pemusatan kewenangan akan berdampak pemusatan pertanggungjawaban dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan, pertanggungjawaban terakhir ada pada pimpinan, yang mempunyai wewenang tertinggi.
7.        Mekanisme kerja
Dalam organisasi ada yang ditunjuk sebagai sebagai atas/pimpinan, ini dimaksudkan ada yang bertanggungjawab secara keseluruhan.
8.        Keamanan
Setiap pekerjaan memerlukan pengamanan yang merupakan syrat utama, karena dengan terjaminnya keamanan, maka seseorang akan merasa aman dan tenang dalam menjalankan tugasnya
9.        Inovasi
Pengembangan inisiatif dari para pekerja dalam suatu kegiatan agar berkembang kearah perobahan yang menuju pada kemajuan.
10.    Semangat kebersamaan
Setiap angota organisasi baik pegawai atau karyawan, harus mempunyai rasa kesatuan dengan unutnya, yaitu rasa senasib dan sepenanggungan.
11.    Menggunakan teknologi cangih
Organisasi moderen menggunakan teknologi yang canggih, hal ini mengubah cara kerja lama, yang mana pada masa tradisional pekerjaan dilakukan dengan serba manual namun pada masa modrn pekerjaan dilakukan dengan memakai teknoligi canggih. Contohnya menggunakan teknologi komunikasi komputer, surat elektronik (e- mail). Dll
D.    Pengertian Organisasi Tradisional
Teori Organisasi Tradisional telah mempengeruhi filsafat manajemen dari tahun 1900 sampai tahun 1950. Ia bersumber pada ide-ide Adam smith (tahun 1776. Akan tetapi, baru sejak tahun 1900 falsafah tiori tradisional dalam bentuk lebih lengkap disesuaikan oleh Taylor, Fayol, dan Weber yang berkaitan dengan aspek-aspek pembagian kerja, hirakhi ketat, standar, prestasi pekerjaan agar sasaran-sasaran perusahaan dapat dicapai.
Menurut organisasi tradisional, organisasi dipandang sebagai sebuah sisitem tertutup dimana semua variabel diperhatikan dan berada dibawah pengendalian pihak manajemen. Teori tradisional itu membawa hasil nyata dalam praktik yang terjadi kenaikan pruduktivitas yang berarti, yang sangat dibutuhkan pada masa itu.
Tetapi suatu hal pokok bahwa teori organisasi tradisional mengabaikan faktor manusia. Nasib para pegawai/karyawan tidak diperhatikan (mereka seakan-akan dianggap sebagai bagian dari mesin). Seperti mesin apabila onderdil mesinnya rusak maka dapat diganti. Hasil produksi (output) dicapai dengan pengorbanan manusia yang terlampau besar. Dalam organisasi diberlakukan peraturan-peraturan ketat, prosedur-prosedur ketat, hirarkhi yang kuat, tiap pekerjaan diterisolasi dari teman-teman sekerjanya.
Akibat dari semua itu buruh makin banyak absen, kualitas  yang dihasilkan makin merosot dan para pekerja makin terasing dari pekerjaan mereka. Timbul macam-macam komflik-komflik. Gejala-gejala tersebut dibalas olah pihak manajemen daengan cara-cara yang makin ketat. Kekeliruan pihak manajemen adalah pihak manajemen hanya  menanggapi gejala-gejalanya saja  tetapi bukan sebab-sebab yang menimbulkan masalah tersebut. Hasil pendekatan menurut teori organisasi tradisional adalah ketidak puasan dalam pekerjaan. Manusia dikorbankan untuk kepentungan produksi
E.     Ciri – ciri Organisasi Tradisional :
1.        Spesialisasi yang mendalam
2.        Hirarkhi otoritas yang kuat
3.        Peraturan-peraturan dan kontrol yang pelik
4.        Impersonalitas (tidak dipentingkannya kepribadian).

F.      Prinsip-prinsip Organisasi Tradisional
1.    Prinsip kesatuan perintah
Dengan arti tidak boleh adanya anggota sesuatu organisasi yang mempunyai lebih dan seorang atasan dalam fungsi tertentu.
2.    Prinsip kekecualian
Prinsip kekecualian menyatakan bahwa keputusan-keputusan yang timbul berulang-ulang kali harus ditangani dengan cara rutin oleh para manejer dengan tingkat lebih rendah. Sedangkan problem-problen yang berkaitan denga persoalan yang luar biasa, harus dihadapi oleh tingkat-tingkat yang lebih tinggi.
3.    Rentang pengawasan
Rentang pengawasan seorang manejer yaitu terdapat adanya pembatasan terhadap jumlah bawahan yang dapat disupervisi oleh atasan adakalanya “span of control” dinyatakan orang sebagai “the span of responsibility” pengertian oengertian ini dinyatakan dalam buku Tiorema yang menyatakan bahwa tidak ada pemimpin yang dapat melakukan supervisi secara efektif,  interaksi dan hubungan-hubungan  supervisor dan bawahan  bawahan, merupakan  aktivitas siapa yang harus di integrasi olehnya dan kepada siapa ia harus mendelegasikan tanggungjawab tertentu.hal ini yang sering menimbulkan pertentangan pendapat antara bawahan dengan atasa.
4.   Prinsip Skalar
Diatas telah disinggung tentang prinsif skalar, yang mana prinsip skalar menyatakan bahwa otoritas serta tanggungjawab harus mengalir dalam bentuk garis yang tidak terputus-putus dari manejer tinggi hingga manejer rendah. Ada penulis yang menyatakan hubungan pertikal tersebut sebagai sebuah piramida pekerjaan – tugas. Prinsip-prinsip tersebut menyatakan bahwa sebuah organisasi merupakan sebuah hirarkhi.
5.    Depertementasi
Cara dengan apa aktivitas-aktivitas dibagi dan dibentuk kedalam kelompok-kelompok khusus, biasanya disebut orang sebagai depertementasi  adapun tujuan depertementasi adalah
a)      Mengkhususkan aktivitas-aktivitas
b)      Menyederhanakan tugas-tugas para manejer
c)      Mengusahakan pengawasan.

2.4    PENGERTIAN MANAJER
A.    Pengertian Manajer
Manajer merupakan seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Seorang ahli yaitu Mintzberg menyimpulkan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain. Selain itu seorang manajer mempunyai peranan penting dalam menjalankan suatu organisasi bahkan seorang manajer harus mempunyai keterampilan agar suatu organisasi yang dipimpin berjalan baik.
Selain itu, Robert Tanembaum juga menyimpulkan definisi manajer yaitu seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Dengan kata lain adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasi, mengarahkan dan mengontrol para bawahan yang bertanggungjawab, agar semua bagian pekerjaan dikoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan.
Sehingga dapat disimpulkan, manajer adalah seseorang yang karena pengalaman, pengetahuan, dan keterampilannya diakui oleh organisasi untuk memimpin, mengatur, mengelola, mengendalikan, dan mengembangkan kegiatan organisasi dalam  rangka mencapai tujuan organisasi.
B.     Tingkatan manajer
1.         Manejemen lini pertama (first-line management), merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugasmemimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi.Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
2.         Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
3.         Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).
Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.
C.     Peran manajer
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu :
1.    Peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
2.    Peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3.    Peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

D.    Keterampilan manajer
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
1.    Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2.    Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3.    Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
1.    Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana.
2.    Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager).
E.     Kategori etika manajerial
Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
1.    Perilaku terhadap karyawan
Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya.
2.    Perilaku terhadap organisasi
Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
3.    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.
F.      Tugas manajer
1.      Memimpin organisasi
2.      Mengatur organisasi
3.      Mengendalikan organisasi
4.      Mengembangkan organisasi
5.      Mengatasi berbagai masalah yg terjadi dlm organisasi
6.      Menumbuhkan kepercayaan
7.      Meningkatkan rasa tanggung jawab
8.      Mengawasi/mengendalikan kegiatan organisasi
9.      Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yg telah dilakukan
10.  Menggali dan mengembangkan potensi sumber daya.
BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

3.2  Saran
Saran yang dapat diberikan yaitu dalam menjalankan sebuah organisasi dapat diterapkan beberapa karakteristik organisasi, dan mampu memahami perbedaan dari organisasi tradisional dan modern, dan memahami pengertian dan tugas manajer sehingga dapat menjalankan organisasi yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar